Minggu, 24 Mei 2015

Teknik supervisi pendidikan

TEKNIK-TEKNIK SUPERVISI PENDIDIKAN

A.    Teknik yang bersifat Individual
1.      Perkunjungan Kelas (Classroom Visitation), Kepala sekolah/supervisor datang ke kelas untuk melihat cara guru mengajar di kelas.
Tujuan dari perkunjungan kelas adalah untuk memperoleh data mengenai keadaan sebenarnya selama guru mengajar. Supervisor dapat berbincang-bincang dengan guru tentang kesulitan yang dihadapi guru-guru.
Fungsi dari perkunjungan kelas adalah sebagai alat untuk mendorong guru agar meningkatkan cara mengajar guru dan cara belajar siswa.
2.      Observasi Kelas (Classroom Observation), Melalui perkunjungan kelas, supervisor dapat mengobservasi situasi belajar-mengajar yang sebenarnya. Ada 2 macam observasi kelas antara lain, Observasi langsung dan Observasi tidak langsung.
Tujuan observasi untuk memperoleh data yang subjektif, guru dapat membantu untuk mengubah cara-cara mengajar ke arah yang lebih baik.
Hal-hal yang perlu di observasi usaha serta kegiatan guru dan murid, lingkungan sosial, fisik sekolah, baik di dalam maupun di luar kelas dan faktor penunjang lainnya.
3.      Percakapan Pribadi ( individual conference), Dalam percakapan pribadi antara seorang supervisor  dengan seorang guru kedua-duanya berusaha berjumpa dalam pengertian tentang mengajar yang baik. Yang dipercayakan adalah usaha-usaha untuk memecahkan problema yang dihadapi oleh guru.
Tujuannya yaitu memberikan kemungkinan pertumbuhan jabatan guru melalui pemecahan kesulitan-kesulitan yang di hadapi, memupuk dan mengembangkan hal mengajar yang lebih baik lagi
4.      Saling Mengunjungi Kelas (Intervisitation), Yang dimaksud dengan intervisitation ialah saling mengunjungi antara guru yang satu kepada yang lain yang sedang mengajar.
Kebaikan-kebaikan intervisitation, memberi kesempatan mengamati rekan lain yang sedang memberi pelajaran, membantu guru-guru yang ingin memperoleh pengalaman atau keterampilan tentang teknik dan metode mengajar
5.      Menilai Diri Sendiri (Self Evaluation Check List), Self Evaluation Check List merupakan kemampuan untuk menilai diri sendiri dalam hal mengajar. Tipe dari teknik ini yang dapat dipergunakan antara lain berupa: Suatu daftar pandangan atau pendapat yang disampaikan kepada murid-murid untuk menilai pekerjaan

B.     Teknik-teknik yang bersifat Kelompok
Teknik-teknik yang yang bersifat kelompok ialah tehnik-tehnik yang digunakan itu dilaksanakan bersama-sama oleh supervisor dengan sejumlah guru dalam suatu kelompok.
1.      Pertemuan orientasi bagi guru baru (orientation meeting for new teacher), Pertemuan itu ialah salah satu daripada pertemuan yang bertujuan khusus mengantar guru-guru untuk memasuki suasana kerja yang baru. Pertemuan orientasi ini bukan saja guru baru tapi juga seluruh staf guru.
2.      Panitia Penyelenggara, Para pelaksana yang dibentuk untuk melaksanankan suatu tugas kita sebut sebagai panitia penyelenggara. Panitia ini dalam dalam melaksanakan tugas-tugas yang diberikan sekolah kepadanya, banyak mendapat pengalaman-pengalaman kerja. Berdasar pengalaman-pengalaman itu guru-guru dapat bertambah dan bertumbuh dalam profesi mengajarnya.
3.      Rapat Guru, Rapat guru sebagai salah satu teknik supervisi untuk memperbaiki situasi belajar dan  mengajar.
4.      Studi Kelompok Antar Guru, Studi ini dilakukan oleh guru-guru dalam mata pelajaran sejenis berkumpul bersama untuk mempelajari suatu masalah atau sejumlah bahan pelajaran. Pokok bahasan telah ditentukan dan diperinci dalam garis-garis besar atau dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan pokok yang telah disusun secara teratur.
5.      Diskusi Sebagai Proses Kelompok, Diskusi adalah pertukaran pendapat tentang sesuatu masalah untuk dipecahkan bersama.
6.      Tukar Menukar Pengalaman (Sharing of Experience), Di dalam teknik ini kita berasumsi bahwa guru-guru adalah orang-orang yang sudah berpengalaman. Melalui perjumpaan diadakan tukar menukar pengalaman, saling memberi dan menerima, saling belajar satu dengan yang lain.
Tujuannya yaitu agar guru dapat belajar dari pengalaman temannya dalam membimbing murid.
7.      Lokakarya (Workshop), Workshop adalah tempat yang di dalamnya orang dapat belajar sesuatu dengan jalan menemukan problema yang merintangi kelancaran suatu pekerjaan dan mencari jalan untuk menyelesaikan problema tertentu.
8.      Diskusi Panel, Panel Diskusi (panel discussion) atau disebut juga “forum discussion” atau kadang-kadang disebut ”round table discussion” adalah suatu bentuk diskusi yang dipentaskan di hadapan sejumlah partisipan atau pendengar.
9.      Seminar, Arti asli ialah menabur. Ada dua arti yang biasanya dihubungkan dengan perkataan seminar yaitu, sebagai tempat belajar yang juga disebut seminar dan suatu bentuk mengajar belajar berkelompok di mana sejumlah kecil (antara 10 – 15) orang mengadakan pendalaman atau penyelidikan tersendiri bersama – sama terhadap berbagai masalah dengan dibimbing secara cermat oleh seorang atau lebih pengajar pada waktu tertentu.
Tujuannya untuk mengadakan intensifikasi, integrasi serta applikasi pengetahuan, pengertian dan ketrampilan para anggota kelompok dalam satu latihan yang intensif dengan mendapat bimbingan yang intensif pula.
10.  Simposium, Simposium berasal dari perkataan Yunani purba syn (dengan) dan posis (minum) yang menunjuk kepada salah satu kebiasaan pada jaman itu, di mana setelah suatu pesta berkhir para hadirin tidak segera meninggalkan tempat, akan tetapi duduk-duduk bersandar minum anggur dan menonton tarian-tarian atau mendengarkan musik dengan diselingi pertukaran pikiran, sebagai semacam hiburan intelektual.
Tujuannya mereorganisir pengertian dan pengetahuan tentang aspek-aspek sesuatu pokok masalah, atau untuk mengumpulkan dan memperbandingkan beberapa sudut pandangan yang berbeda-beda tentang pokok masalah tersebut.
11.  Demonstration Teaching, Dikatakan sebagai suatu teknik yang bersifat kelompok bilamana supervisor itu memberi penjelasan-penjelasan kepada guru-guru tentang mengajar yang baik setelah seorang guru yang baik memberikan penjelasan kepada guru-guru yang dikunjungi sebelumnya. Dikatakan sebagai teknik yang bersifat perorangan jika supervisor menggunakan suatu kelas dan memberikan penjelasan tentang teknik mengajar yang baik bagi seorang guru. Demonstrasi mengajar yang baik bukan “berhasil atau tidak” hal itu harus direncanakan dengan teliti dan mempunyai suatu tujuan tertentu, memberikan suatu kesempatan kepada guru – guru untuk melihat metode – metode mengajar yang baru atau yang berbeda.
12.  Perpustakaan Jabatan, Di setiap sekolah diusahakan perpustakaan jabatan sendiri yang berisi buku-buku, majalah, brosur dan bahan-bahan lainnya yang telah diseleksi dengan teliti mengenai suatu bidang studi, sehingga dapat memperkaya pengetahuan dan pengalaman guru dalam profesi mengajar.
13.  Bulletin Supervisi, Supervisi bulletin ialah salah satu alat komunikasi dalam tulisan yang dikeluarkan oleh staf supervisor yang digunakan sebagai alat untuk membantu guru-guru dalam memperbaiki situasi belajar-mengajar.
14.  Membaca Langsung (directed reading), Di sekolah cukup banyak buku – buku sumber yang berhubungan dengan satu bidang studi atau pengetahuan profesi mengajar lainnya, maka teknik yang paling sederhana namun sulit dilaksanakan ialah membaca langsung dan terbimbing.
15.  Mengikuti Kursus, Mengikuti kursus sebenarnya bukan suatu tehnik melainkan suatu alat yang dapat membantu guru mengembangkan pengetahuan profesi mengajar dan menambah ketrampilan guru dalam memperlengkapi profesi mereka.
16.  Organisasi Jabatan (Professional Organisations), Kelompok-kelompok jabatan yang diorganisir sesuai dengan minat dan masalah yang disukai menjadi salah satu yang paling kuat pengaruhnya untuk in service training baik pusat maupun daerah.
17.  Curriculum Laboratory, Suatu tempat yang dijadikan pusat kegiatan dimana guru-guru memperoleh sumber-sumber materi untuk menambah pengalaman mereka dalam rangka program in service education.
Fungsinya tidak hanya sebagai sumber materi tapi juga sebagai tempat pusat untuk guru-guru mengadakan penelitian, percobaan, dan temapt bekerja sambil belajar untuk memecahkan problema bersama. Tujuannya untuk menyediakan sumber-sumber materi yang berhubungan dengan peningkatan proses belajar mengajar.
18.  Perjalanan Sekolah Untuk Anggota Staf (Field Trips), Menurut sekolah modern, perjalanan sekolah adalah merupakan salah satu alat atau tehnik belajar bagi murid-murid. Tetapi menurut sekolah kolot berpendapat bahwa perjalanan sekolah atau field trip itu diadakan hanya sebagai selingan pelajaran, hanya sebagai cara melepaskan lelah sesudah belajar-mengajar beberapa lamanya.

Nilai-nilai Field Trip yaitu memberi pengalaman langsung, membangkitkan minat baru atau memperkuat minat-minat yang telah ada, memberi motivasi kepada guru menanamkan kesadaran akan masalah-masalah yang ada, dan sebagai suatu penyegaran dalam pembinaan profesi.

Mata Kuliah : Pengembangan PKN di SD
Dosen            : Dirgantara Wicaksono, M.Pd

Tidak ada komentar:

Posting Komentar