Senin, 25 Mei 2015

MACAM-MACAM MODEL KONSEP KURIKULUM

MACAM-MACAM MODEL KONSEP KURIKULUM
A.    Kurikulum subjek akademis
kurikulum subjek akademis bersumber dari pendidikan klasik ( perenialisme dan esensialisme ) yang berorientasi pada masa lalu. Semua ilmu pengetahuan dan nilai-nilai telah ditemukan oleh para pemikir masa lalu. Fungsi pendidikan memelihara dan mewariskan hasil-hasil budaya masa lalu  tersebut. Kurikulum ini lebih mengutamakan isi pendidikan. belajar adalah berusaha menguasai ilmu sebanyak –banyaknya. Orang yang berhasil dalam belajar adalah orang yang menguasai seluruh atau sebagaian besar isi pendidikan yang diberikan atau disipkan oleh guru.
Isi pendidikan diambil dari setiap displin ilmu. Sesuai dengan bidang disiplinya para ahi, masing-masing telah mengembangkan ilmu secara sistematis, logis, dan solid. Para pengembangan kurikulum tidak perlu susah-susah menyusun dan mengembangkan bahan sendiri. Mereka tinggal memilih bahan nateri ilmu yang telah dikembangkan para ahli disiplin ilmu, kemudian mereorganisasinya secara sistematis, sesuai dengan tujuan pendidikan dan tahap perkembangan siswa yang akan mempelajarinya.

Ciri-ciri kurikulum subjek akademik
Kurikulum subjek akademis mempunyai beberapa ciri berkenaan dengan tujuan, metode, organisasi isi, dan evaluasi. Tujuan kurikulum subjek akademis adalah pemberian pengetahuan yang solid serta melatih para siswa menggunakan ide-ide dan proses” penelitian”. Dengan berpengetahuan dalam berbagai disiplin ilmu, para siswa diharapkan memiliki konsep-konsep dan cara-cara yang dapat terus dikembangkan dalam masyarakat yang lebih luas.
Metode yang paling banyak digunakan dalam kurikulum subjek akademis adalah metode ekspositori dan inkuiri. Ide-ide diberikan guru kemudian dielaborasi ( dilaksanakan) siswa sampai mereka kuasai. Konsep utama disusun secara sistematis, dengan ilustrasi yang jelas untuk selanjutnya dikaji. Ada beberapa pola organisasi isi ( materi pelajaran ) kurikulum subjek akademis.
Pemilihan disiplin ilmu
Masalah besar yang dihadapi oleh para pengembang kurikulum subjek akademis adalah bagaiman memilih materi pelajaran dari sekian banyak disiplin ilmu yang ada. Apabila ingin memiliki penguasaan yang cukup mendalam maka jumlah disiplin ilmunya harus sedkit. Apabila hanya memplajari sedikit disiplin ilmu maka penguasaan para siswa akan sangat terbatas, sukar mnerapkannya dalam kehidupan masyarakat secara luas.
Ada beberapa saran untuk mengatasi masalah tersebut, yaitu :
1.      Mengusahakan adanya penguasaan yang menyeluruh ( comprehensiveness) dengan menekan pada bagaimana cara menguji kebenaran atau mendapatkan pengetahuan.
2.      Mengutamakan kebutuhan masyarakat ( social utility ) memilih dan menentukan aspek-aspek dari disiplin ilmu yang sangat diperlukan  dalam kehidupan masyarakat.
3.      Menekankan pengetahuan dasar, yaitu pengetahuan-pengetahuan yang manjadi dasar ( prerequisite) bagi penguasaan disiplin-disiplin imu yang lainnya.

B.     Kurikulum humanistik
1.      Konsep dasar
Kurikulum humanistik dikembangkan oleh para ahli pendidikan humanistik. Kurikulum ini berdasarkan konsep aliran pendidikan pribadi ( personalized education ) yaitu john dewey ( progressive education ) dan J.J Rousseau ( romatinc education). Aliran ini lebih memberikan tempat utama kepada siswa. Mereka bertolak dari asumsi bahwa anak atau siswa adalah yang pertama dan utama dalam pendidikan. ia adalah subjek yang menjadi pusat kegiatan pendidikan, mereka percaya bahwa siswa mempunyai potensi, punya kemampuan, dan kekuatan untuk berkembang. Para pendidik humanis juga berpegang pada konsep gestalt, bahwa individu atau anak merupakan satu kesatuan yang menyeluruh.
2.      Kurikulum konfluen
Kurikulum konfluen dikembangkan oleh para ahli pendidikan konfluen, yamg ingin menyatukan segi-segi efektif ( sikap, perasaan, nilai) dengan segi-segi kognitif ( kemampuan intelektual ). Pendidikan konfluen kurang menekankan pengetahuan yang mengandung segi efektif). Menurut mereka kurikulum tidak menyiapkan pendidikan tentang sikap, perasaan, dan nilai yang harus dimiliki murid-murid.
3.      Beberapa ciri kurikulum konfluen
Kurikulum konfluen mempunyai beberapa ciri utama yaitu :
A.    partisipasi.
B.     Intergasi.
C.     Relevansi
D.    Pribadi anak
E.     Tujuan
Dasar dari kurikulum konfluen adalah psikologi gestalt yang menekannkan keutuhan, kesatuan, keseluruhan. Teori yang mendukung pandangan ini adalah eksistensialisme yang memusatkan perhatiannya pada apa yang terjadi sekarang di tempat ini.

4.      Metode-metode belajar konfluen
Para pengembangan kurikulum konfluen telah menyusun kurikulum untuk berbagai bidang pengajaran. Kurikulum tersebut mencakup tujuan, topik-topik yang akan dipelajari, alat-alat pelajaran, dan buku teks.
Kurikulum perlu merencanakan program untuk membantu para siswa menemukan dan menampakan dirinya. Kurikulum humanistik dapat membantu mereka memperlancar proses aktualisasi diri ini. Melalui berbagai kegiatan pengajaran model humanistik para siswa dapat menyatakan diri,berekspresi, bereksperimen, berbuat, memperoleh umpan balik dan menemukan dirinya.
5.      Karakteristik kurikulum humanistik
Kurikulum humanistik menuntut hubungan emosional yang baik antara guru dan murid. Guru selain harus mampu menciptakan hubungan yang hangat dengan murid, juga mampu menjadi sumber. Ia harus mampu memberikan materi yang menarik dan mampu menciptakan situasi yang memperlancar proses belajar. Guru harus memberikan dorongan kepada murid atas dasar saling percaya. Peran mengajar bukan saja dilakukan oleh guru tetapi juga oleh murid. Guru tidak memaksakan sesuatu yang tidak disengani murid.
C.     Kurikulum rekonstruksi sosial
Kurikulum rekonstruksi sosial berbeda dengan model-model kurikulum lainnya. Kurikulum ini lebih memusatkan perhatian pada problema-problema yang dihadapinya dalam masyarakat. Kurikulum ini bersumber pada aliran pendidikan interaksional.
Desain kurikulum rekonstruksi sosial
Ada beberapa ciri dari desain kurikulum ini.
A)    Asumsi
B)    Masalah-masalah sosial yang mendesak
C)    Pola-pola organisasi
1.      Komponen-komponen kurikulum
a)      Tujuan dan isi kurikulum.Tujuan program pendidikan setiap tahun berubah.Dalam program pendidikan ekonomi-politik,umpamanya untuk tahun pertama tujuannya membangun kembali dunia ekonomi-politik.kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah(1)mengadakan survai secara kritis terhadap masyarakat (2)mengadakan studi tentang hubungan antara keadaan ekonomi lokal dan ekonomi nasional serta dunia, (3)engadakan studi tentang latar belakang historis dan kecenderungan-kecenderungan perkembangan ekonomi,ubungannya dengan ekonomi lokalMetode.
b)      Dalam pengajaran rekonstruksi sosial para pengembang kurikulum berusaha mencari keselarasan antara tujuan-tujuan nasional dengan tujuan siswa.
c)      Evaluasi.Dalam kegiatan evaluasi para siswa juga libakan.keterlibatan mereka terutama dalam memilih,menyusun,dan menilai bahan yang akan diujikan.
2.      Pelaksanaan pengajaran rekonstruksi sosial
Pengajaran rekonstruksi sosial banyak dilaksanakan di daerah-daerah yang tergolong belum maju dan tingkat ekonominya juga belum tinggi.pelaksanaan pengajaran ini diarahkan untuk meningkatkan kondisi kehidupan mereka.sesuai dengan potensi yang ada dalam masyarakat,sekolah mempelajari potensi-potensi tersebut ,dengan bantuan biaya dari pemerintah sekolah berusaha mengembangkan potensi tersebut.Di daerah pertanian umpamanya sekolah mengembangkan bidang-bidang industri.
            Pandangan rekonstruksi sosial berkembang karena keyakinannya pada kemampuan manusia untuk membangun dunia yang lebih baik. Juga penekanannya tentang peranan ilmu dalam memecahkan masalah-masalah sosial. Beberapa kritikus pendidikan menilai pandangan ini sukar diterapkan langsung dalam kurikulum (pendidikan). Penyebabnya adalah interpretasi para ahli tentang perkembangan dan masalah-masalah sosial berbeda. Kemampuan warga untuk ikut serta dalam memecahkan masalah juga bervariasi.
D.    Teknologi dan Kurikulum
Penerapan teknologi dalam bidang pendidikan khususnya kurikulum adalah dalam dua bentuk yaitu bentuk perngkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware). Penerapan teknologi perangkat keras dalam penerapan teknologi perangkat lunak disebut juga alat (tools technology), sedangkan penerapan teknologi perangkat lunak disebut juga teknologi sistem (system technology).

Pengembangan Kurikulum

Inti dari pengembangan kurikulum teknolgis adalah penekanan pada kompetensi. Pengembangan dan penggunaan alat dan media pengajaran bukan hanya sebagai alat bantu tetapi bersatu dengan program pngajaran dan ditujukan pada penguasaan kompetensi tertentu.


MATA KULIAH : PENGEMBANGAN PKN DI SD
DOSEN             : DIRGANTARA WICAKSONO, M.Pd

Tidak ada komentar:

Posting Komentar